Senin, 06 September 2010
Nasihat Darimu
Ku dengarkan nasehatmu sebagai motivasi bagiku
Ku simpan dalam hati agar jadi dorongan bagiku
Kujadikan kata-katamu sebagai do,a bagiku
Ku tahu semua itu adalah demi kebahagiaan bagiku
Semua kata-katamu adalah seperti Permata
Begitu mahal dan juga beigtu berharga
Kuteteskan air mata penuh kesahduan
Seakan membasahi lubuk hatiku yang gersang
Ucapanmu telah kujadikan tongkat untuk berjalan
Hingga hari ini masih kupergunakan
Dia telah menuntunku melewati jalan yang terjal dan berbatu
Memberikan isayrat kepadaku yang bermakna
Ketika itu sebuah gejolak membakar keraguan hati
Melenyap luluhkan kebencian dan dendam
Itulah ungkapanmu telah memutihkan segala isi hatiku
Sebab nasehatmu telah merubahku menjadi manusia
Palu,7 september 2010
Juen Kelana
Ku simpan dalam hati agar jadi dorongan bagiku
Kujadikan kata-katamu sebagai do,a bagiku
Ku tahu semua itu adalah demi kebahagiaan bagiku
Semua kata-katamu adalah seperti Permata
Begitu mahal dan juga beigtu berharga
Kuteteskan air mata penuh kesahduan
Seakan membasahi lubuk hatiku yang gersang
Ucapanmu telah kujadikan tongkat untuk berjalan
Hingga hari ini masih kupergunakan
Dia telah menuntunku melewati jalan yang terjal dan berbatu
Memberikan isayrat kepadaku yang bermakna
Ketika itu sebuah gejolak membakar keraguan hati
Melenyap luluhkan kebencian dan dendam
Itulah ungkapanmu telah memutihkan segala isi hatiku
Sebab nasehatmu telah merubahku menjadi manusia
Palu,7 september 2010
Juen Kelana
Akhir Selamat Tinggal
Hanya sekejap mata akan hilang, mobil perlahan menjauh, pesawat lepas landas, tidak ada panggilan bagi Anda untuk mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya.
Hermione, kami telah tinggal lain Berapa kali? Bertemu lalu berpisah. Hanya sehingga Anda mendapatkan akrab dengan perasaan Anda jauh, jauh bahwa yang sangat mengharukan.
Anda turun di bandara apakah Anda hanya tersenyum dan mengucapkan selamat tinggal, tapi mengapa hanya saja kali ini air matanya tertawa yang disajikan tang tidak dipenuhi, atau kamu mengatakan "Goodbye"
Aku berjalan di jalan-jalan sepi suara Anda tertawa, mengatakan tidak ada main-main, kata-kata memohon maaf tidak ada apa-apa di luar kenangan Anda sendiri.
Saya masih ingat cerita "Tiga keinginan Anda cukup," kata ayahnya, "... aku punya tiga keinginan untuk mengatasi salam perpisahan terakhir ..." Setiap kali saya melihat Anda memiliki keduanya, tapi mengapa tidak menawarkan cukup? Mengapa aku tidak lulus selamat tinggal ini? Atau ucapan Anda sendiri untuk Anda tidak cukup?
Melalui rumah mereka masih ada perasaan bahwa Anda sedang berdiri di balkon, memanggil namanya, sehingga Anda dapat mengambil gambar Anda memudar, pudar, hilang ...
Surat Anda menulis surat malam ini sangat panjang, meskipun itu tidak mendengar dini hari ...
Selamat tinggal, teman saya ...
Rabu, 01 September 2010
Cintaku Yang Luka
Hatiku telah meranggas
Mataku telah enggan menatap cinta
tidurku telah di penuhi mimpi-mimpi buruk
Waktu terasa berputar begitu cepat
Malam & siang tersus bergulir tak makna lagi
Badan terasa hilang akan kepercayaan
Aku sudah lunglai dan juga lemah
Perasan seakan tak punya rasa lagi
Air mata mulai menetesi pipiku
Aku telah dalam kegundahan batin
Tak ada lagi harapan indah
Karena cinta telah cukup melukai
Palu,2 September 2010
Juen Kelana
Langganan:
Postingan (Atom)

